Pasteurisasi dan UHT menandai fokus pada pengolahan, tetapi nama proses saja tidak menjelaskan seluruh isi kemasan. Agar label terbaca lebih cermat, pisahkan tiga hal: keterangan proses, nama produk, dan informasi kandungan. Masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
Nama proses bukan nama produk
Susu hewan, biasanya sapi, dapat diolah menjadi beragam produk, termasuk mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, dan susu bubuk [1]. Ragam ini membantu membedakan hasil akhir dari keterangan tentang pengolahannya. Jadi, jika label menyebut pasteurisasi atau UHT, baca juga nama produk yang tertera; jangan menganggap satu keterangan menggantikan yang lain.
Apa yang bisa disimpulkan dari pasteurisasi dan UHT?
Kedua istilah itu menjadi titik awal untuk mengenali keterangan pengolahan. Namun, nama saja tidak memberi rincian seperti parameter proses atau dampak spesifiknya. Untuk memahami tujuan dan perbedaan teknisnya, diperlukan penjelasan proses yang lebih lengkap; angka atau akibat tertentu tidak sebaiknya ditebak hanya dari istilah pada label.
Kandungan gizi adalah pertanyaan terpisah
Susu secara alami mengandung vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosforus, dan seng; susu juga disebut mengandung mineral dan lemak [1]. Informasi umum ini memberi konteks tentang susu, tetapi bukan perbandingan kandungan antara produk yang mencantumkan pasteurisasi dan produk yang mencantumkan UHT. Jika ingin membandingkan kandungan, periksa keterangan masing-masing produk bila tersedia.
Membaca label dengan konteks
Mulailah dari nama produk, lalu perhatikan istilah pengolahan dan keterangan kandungan yang tercantum. Dengan memisahkan ketiganya, label lebih mudah dipahami tanpa menyamakan jenis produk dengan prosesnya atau menganggap nama proses sebagai penjelasan lengkap.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Susu. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29884639&title=Susu (diakses 2026-10-04).